Diam Adalah Mati Sebelum Nyawa Melayang

Bagi saya Diam adalah mati sebelum nyawa melayang !
Bagaimana saya bisa mengatakan bahwa diam adalah mati sebelum nyawa melayang sementara kebanyakan orang lebih memilih diam ?

Inilah adalah sebuah dilema yang sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengira diam adalah pilihan yang paling tepat, membiarkan suatu hal dan tidak peduli dengan apa saja yang terjadi. Diam karena takut pada sesuatu hal dan takut ketika setiap pendapat menjadi hal yang dapat disalahgunakan untuk menjatuhkan. Diam karena tidak mau terlibat atau bersaksi pada suatu masalah. Katanya diam adalah sebuah pilihan untuk menyelesaikan masalah dan katanya diam itu adalah emas ?

Tentu bukan !
Diam itu adalah sebuah korupsi pemikiran. Bagaimana kita bisa katakan diam itu adalah sebuah emas sementara pikiran kita ingin berkata sesuatu. Terdiam dengan seribu bahasa di ujung saraf otak, justru diam itu lebih mengarah ke sifat kriminal dan egoisme.

Kriminal, egoisme, dan korupsi tentunya. Beberapa tahun lalu kita bisa lihat orang-orang besar di tutup mulutnya (disuap) dengan uang supaya mereka diam dengan harapan masalah akan terselesaikan. Didiamkan menjadi tragedi kriminal yang mengerikan dan tidak terlupakan.

Jelas terlihat dalam kasus suap dan korupsi. Diam dan didiamkan, disuap, menjadi bagian yang selalu ada disetiap kasus korupsi. Bukannya menolak, malahan mereka dibunuh dengan uang. Hal yang ini dapat terlihat dalam kasus E-KTP yang akhir-akhir ini menggerogoti Negara Indonesia. Nama-nama yang sudah besar terjerumus didalamnya dan diikuti oleh deretan nama anggota DPR RI dan pejabat Kementrian Dalam Negeri [1].

Ratusan juta jiwa penduduk Indonesia masih hanya bisa terdiam, di kecewakan, dan seperti sudah mati. Ratusan juta jiwa rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana mereka dihianati oleh orang-orang besar di negeri mereka sendiri. Setelah puluhan tahun merdeka, perjuangan para pahlawan seakan belum berakhir dengan adanya para koruptor.

Diam adalah mati sebelum nyawa melayang ! dan apa yang harus dilakukan masyarakat? menyaksikan kekejaman? hanya Diam saja?

Tidak,
Masyarakat harus mulai melawan para koruptor. Koruptor adalah musuh negara, musuh masyarakat, penghambat pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Koruptor adalah orang yang tidak berperikemanusiaan ! koruptor adalah penghianat negara.

Bagaimana kita melawan ?
Kita melawan dengan tidak diam. Masyarakat harus menggunakan Hak Memberikan pendapat yang sudah dilindungi oleh undang-undang dan HAM [2].
Kita harus melakukan pemantauan arah keuangan, pemantauan arah pembangunan dan kejanggalannya, memberikan kritikan atau peduli dengan segala tindakan pemerintah, memberikan pendidikan anti-korupsi pada generasi muda, menolak segala bentuk penyuapan, dan banyak lagi [3].
Jangan mau diam dengan keadaan yang ada disekitar kita. Masyarakat harus menjadi sebuah kesatuan yang paling kuat. Jangan ada rasa takut melawan korupsi dan tindakan kriminal lainnya. Jika kita menyaksikan tindakan koruptor, jangan mau diam dan didiamkan, beranilah bersaksi demi negara. Hak saksi bahkan sudah dilindungi oleh  LPSK.

Lalu sekarang apa yang kita tunggu ?
Ingat kata bapak proklamator kita:
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
Kita harus berjuang untuk melawan koruptor, menyatukan kekuatan masyarakat, dan mengendalikan kekejaman yang sedang menggerogoti negara kita. Kita harus mulai bertindak !

Mari kita bergerak, jangan lagi diam dan tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di negara kita ini. Ayo mulai memanfaatkan hak untuk berpendapat untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran kita dan jangan pernah takut.


Referensi :
  1. http://nasional.kompas.com/read/2017/03/09/16182831/ini.daftar.mereka.yang.disebut.terima.uang.proyek.e-ktp
  2. http://referensi.elsam.or.id/2014/10/uu-nomor-9-tahun-1998-kemerdekaan-menyampaikan-pendapat-di-muka-umum/
  3.  http://youthproactive.com/201611/for-your-information/15-cara-melawan-korupsi-dengan-kreatif/

Related Posts:

1 Response to "Diam Adalah Mati Sebelum Nyawa Melayang"

Entri Populer