Bahaya Stunting Indonesia



Bahaya yang satu ini mungkin belum akrab kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Padahal masalah stunting adalah masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Stunting bisa dikatakan sebagai masalah yang akan menghantui masa depan generasi penerus bangsa kita jika masih dibiarkan begitu saja.

Nah, emangnya apa itu stunting?
Secara umum, stunting adalah masalah gizi kronis yang diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang ketika masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Stunting bisa terjadi ketika kekurangan asupan gizi pada fase janin atau ibu mengandung.
Akibatnya terhadap seorang anak yang kurang beruntung terkena Stunting adalah:
Pertama, pertumbuhan yang terlambat
Kekurangan gizi secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ini. Tubuh lebih pendek dari teman seusianya. Lebih kecil dan lebih lemah. Pertumbuhan anak yang lambat ini masih sering kita jumpai, namun seringkali kita tidak memperdulikannya.
Kedua itu si anak susah belajar
Stunting mempengaruhi kemampuan memperhatikan dan mengingat dalam proses belajar. Selain itu, dia akan kurang aktif dalam interaksi apapun dan sebagai akibatnya sianak akan sangat susah berkembang dalam pelajaran apapun. Nilai rapor yang tidak baik bisa juga menjadi indikasi efek stunting ini.
Ketiga, dia akan mudah sakit
Dengan perkembangan tubuh yang lambat dan gizi yang kurang, maka kemampuan imun tubuh juga kurang dalam mengantisipasi penyakit. Terkena efek stunting bisa membuat seseorang mudah sakit.
Keempat, Pubertas terlambat
Terlambatnya masa pubertas ataupun tahap-tahap lainnya pastinya juga mempengaruhi kehidupan seorang anak . Hal ini bisa dilihat langsung dari perilaku yang masih kurang matang untuk teman seusianya, pola pikir masih kekanak-kanakan, dan postur tubuh yang tidak maksimal. Stunting dalam hal ini bisa saja membuat seorang anak merasa tidak baik dan menghindar dari teman-temannya.

Masih banyak lagi efek stunting yang bisa kita lihat selain beberapa yang saya buat diatas.

Sekarang apa yang bisa kita lakukan pada teman kita yang memilki ciri-ciri diatas?
Tentunya banyak hal yang dapat kita lakukan, tapi yang paling utama kita harus lakukan adalah tidak menganggap adanya perbedaan antara memiliki sifat stunting dan tidak. Semua orang sama saja, yang berbeda adalah tingkat keberuntungan perorangan. Jika kita melihat seorang yang kurang aktif, berarti kita coba untuk merangkulnya. Jika kita lihat seorang sangat susah belajar, berikan dia semangat dan motivasi. Dengan semangat dan kerja keras sebenarnya stunting bisa saja tidak terlalu mempengaruhi kehidupan seseorang.

Menteri kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek memberikan materi bertajukkan "mewujudkan Indonesia sehat dengan percepatan penurunan stunting"
" Hal paling parah adalah "stunting tidak bisa diobati". Jika sesorang kekurangan gizi pada usia dini atau mulai saat dalam kandungan, walaupun dengan memberi asupan gizi yang tinggi setelah itu, tidak akan menghilangkan efek stunting.

Dengan memahami akibat ataupun ciri-ciri dari stunting diatas, maka bisa kita pastikan apa pengaruhnya bagi generasi penerus kita. Membiarkan stunting secara terus-menerus akan mengurangi kualitas sumber daya manusia di negara kita. Sehebat apapun kita, jika penerus kita terus mengalami penurunan akibat masalah stunting ini, maka akan tetap sia-sia.

"Sudah berapa lama Stunting menjajah negara kita?"
Bisa dipastikan sudah lama, stunting bukan masalah baru yang muncul tetapi masalah yang sudah sangat lama tetapi baru disadari sekarang ini. Apakah kita masih ingat pada masa sekolah? yap, kita semua pasti ingat suasana kelas kita, teman sekelas. Dari sini saja bisa kita lihat kemampuan setiap orang yang berbeda-beda, namun selalu ada saja orang yang sangat kurang dalam bidang apapun, menjadi beban bagi proses belajar dan mengajar. Kita juga pernah menyadari adik kelas semakin tahun ketahun yang semakin kecil atau kakak senior yang lebih pendek dari kita, saat itu beberapa orang mengatakan itu sebagai pengaruh gen sementara kita tidak bisa pastikan itu adalah pengaruh gen, bisa saja itu adalah stunting.


" Stunting sudah menjajah sejak lama. Stunting pada generasi yang dulu pengaruhnya ada pada kemampuan sumber daya manusia kita sekarang.


Stunting Indonesia dan pengaruhnya secara Internasional,
Persaingan dalam tingkat Internasional bisa kita akui bahwa Indonesia masih dapat mengikuti, contohnya dalam Asian Games beberapa waktu yang lalu. Para atlet berjuang dengan sepenuh hati untuk Indonesia. Beberapa piagam perhargaan berhasil kita raih. Namun jauh memandang kearah topik kita ini, apakah dimasa mendatang generasi kita dapat bersaing jika terkena stunting terus-menerus? apakah yang terjadi jika stunting menghalangi para generasi atlet muda kita untuk menembus level Internasional. Semua berawal dari generasi muda kita. Dengan mencegah stunting dan memperbaiki masalah gizi di Indonesia, maka persaingan dalam bidang apapun akan lebih kompetitif.

Bayangkan saja, menurut data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013) menyatakan bahwa 4 dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting. Dari 10 orang calon atlet dan calon penerus bangsa kita, 4 orang kurang dapat bersaing secara kompetitif karena adanya stunting .


Apa yang harus kita lakukan?
Sesuai dengan informasi yang tertera di situs Kementerian Kesehatan, stunting tidak dapat diobati tetapi dapat dicegah. Pencegahan Stunting adalah jalan terbaik untuk Indonesia Sehat. Pencegahan Stunting dapat kita lakukan dengan memperhatikan dan melakukan hal-hal berikut ini:
1. Memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, kebersihan tempat tinggal, menyediakan suplemen zat gizi terutama zat besi atau Fe, dan yang paling penting adalah ibu hamil harus mengonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama kehamilan. Langkah pertama ini jangan sampai ada yang terlewat. Kehamilan adalah fase yang paling diperhatikan karena sedikit saja kewalahan difase ini akan sangat berpengaruh pada anak yang dikandung nantinya.
2. Memantau pertumbuhan balita secara rutin dan memberikan ASI eklusif selama 6 bulan pertama dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang teratur dan baik setelah 6 bulan pertama. Ingat bahwa stunting itu masalah gizi kronis. ASI adalah makanan pertama dan utama seorang anak, dengan pemberian ASI ekslusif, maka telah membantu mencegah masalah stunting.
3. Memperhatikan kualitas lingkungan dan tempat tinggal untuk mengurangi peluang infeksi terhadap tubuh yang mengakibatkan penyakit atau infeksi akibat makanan . Mengapa mengurangi infeksi tubuh atau infeksi dari makanan? karena ketika infeksi, maka tubuh akan terfokus dalam mengantisipasi dengan antibodi, dalam hal ini gizi akan terfokus untuk penyembuhan - dialihkan dari proses perkembangan ataupun pertumbuhan. Masa perkembangan anak pastinya juga akan terganggu.
*contoh infeksi akibat dari makanan seperti diare dan masalah pencernaan lainnya.
4. Rajin memberi obat cacing minimal sekali 6 bulan secara rutin.
Masalah cacing juga bukan masalah yang sepele, sebanyak apapun dan semantap apapun porsi gizi yang diberikan, jika anak cacingan maka hanya sedikit yang bisa diserap oleh sianak. Pemberian obat cacing harus terus diperhatikan.


Nah, masih banyak lagi hal mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah Stunting. Intinya adalah jangan sampai gizi yang kita berikan untuk seorang anak menjadi teralihkan kepada hal lain. Gizi untuk anak adalah untuk perkembangan dan pertumbuhan anak.

Setelah membaca post ini, diharapkan kita mulai sadar akan bahaya stunting. Dengan membantu mencegah, maka kita telah ikut membantu perkembangan bangsa kita. Dengan berusaha melawan stunting berarti kita telah menyelamatkan generasi penerus bangsa. Jangan biarkan stunting menghalangi anak-anak kita untuk bersaing dikemudian hari. Cegah stunting untuk Indonesia Sehat.


Gambar dan data diambil dari website Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan lomba, sumber data dari
www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Ilustrasi, desain, dan gambar lain merupakan hasil desain blog Jodi Siburian (Official Blog)

Related Posts:

0 Response to "Bahaya Stunting Indonesia"

Post a Comment

Entri Populer