Pandangan terhadap kopi



Kopi dapat mengarah kedalam dua hal yaitu pohon kopi dan kopi yang sudah siap diseduh. Dalam post ini, saya akan mencoba memberikan pandangan-pandangan tentang kopi. Pandangan yang saya maksud yaitu seperti efek dari kopi, kenapa dan mengapa tidak minum kopi, dan banyak lagi - semua tentang kopi, jadi saya harapkan untuk dibaca dan pikirkan dengan baik dan bijak.

Hal paling pertama pastinya berangkat dari diri saya, yaitu mengapa saya suka kopi.
Saya hidup didesa yang penduduknya dominan petani dan suhunya dingin coy, disana budaya minum kopi sudah sangat melekat. Saking lekatnya budaya kopi ini, kopi pun telah mengambil beberapa peran yang bagus di kehidupan sehari-hari misalnya kalau ada tamu yang datang biasanya dijamukan kopi, kalau ada musim panen (panen rame-rame) biasanya kopi menjadi salah satu menu yang tidak boleh hilang. Nah, dari keluarga saya sendiri, seperti sudah ada istilah tiada hari sebelum ngopi. Dari sinilah saya secara tidak sadar menjadi seorang pecinta kopi - atau penikmat kopi, entah apalah.

Kualitas kopinya gimana sehingga saya suka kopi?
Jujur saja, saya suka kopi karena memang rasanya seperti kopi - hehehe. Kualitas kopi didesa itu hanya bisa saya gambarkan dari mana kita membeli dan bagaimana cara membuatnya.
Langsung dari batangnya? Pastinya proses dulu. Kopi biasanya dibeli dari warung terdekat, namun merupakan pendistribusian dari pembuat kopi lokal, maksudnya bukan impor dari luar. Bahkan di desa tempat penggongsengan kopi bisa dengan mudah kita temukan. Kualitas kopi di desa juga bisa kita perkirakan dari kopi yang dijual petani kopi - kembali ke posisi dimana desa saya dominan petani.


Intermezzo: Kopi mana yang rasanya paling kopi kalau bukan dari batang kopinya sendiri?
Berita desa yang pernah saya dengar adalah oplas kopi dengan jagung gongseng, greget gak tuh.


Apakah ngopi itu adalah suatu kebiasaan yang buruk?
Kebiasaan yang buruk pastinya akan menurunkan taraf kehidupan kita, dari segi kesehatan jiwa raga maupun kesehatan dompet.
Ngopi sendiri adalah kebiasaan yang bisa terbilang ekonomis. Segelas kopi diseduh antara nol sampai dua (0-2) sendok gula dan setengah atau lebih kopi. Kopinya ga boleh nol, itu namanya bukan kopi.
Sehari ngopi pagi atau malam, atau terkadang di siang hari. Intinya ngopi itu tidak terlalu boros, kecuali kita ngopi dengan porsi berlebih dan sekali setiap jam.

Note: ngopi yang ekonomis maksudnya saya bukan ngopi ke tempat dengan nama brand yang aduhai dan mahal - secangkir Rp50.000 mana ada ekonomis. 😂😂

Di sisi kesehatan, saya belum pernah kena imbas saat minum kopi, justru merasa ada yang kurang ketika tidak minum kopi. Ketika stress saya memilih menum kopi. Ketika semangat saya minum kopi, bahkan sebelum nulis post ini saya minum kopi dulu biar segar.
Baik buruknya kebiasaan ngopi itu ditentukan oleh si penikmat kopi itu sendiri, nikmatilah kopimu dengan sewajarnya, nikmati kopimu dengan normal.

Kopi, kafein, dan adiktif
Dari sisi ilmu pengetahuan, pada akhirnya saya mulai menggali kebiasaan saya yang satu ini. Apakah ketagihan? atau malah ketergantungan? merugikan? iya, terlalu banyak hal yang perlu saya gali. Berikut ini adalah hasil galian dan hasil berpikir saya:
Sebelum ke arah ilmu pengetahuan, ada baiknya saya gambarkan dulu pengalaman saya berhenti menum kopi selama beberapa waktu (sedikit cerita rakyat):
Pada tahun 2014 waktu SMA, saya masuk asrama dengan pendidikan karakter yang sangat ketat. Nah, selama tahun-tahun pertama di asrama, penduduk asrama hanya diperbolehkan pulang kerumah sekali sebulan saja. Sadar atau diluar sadar, selama masa-masa itu saya berhenti ngopi coy. Pengaruh berhentinya saya ngopi ini tidak begitu terasa, tapi mungkin karena pendidikan disana yang keras sampai-sampai tidak sadar sedang kehilangan kebiasaan. Dari cerita yang singkat itu, ternyata kopi itu sepertinya belum mempengaruhi saya atau pengaruh kopi itu itu bisa saya tangkal. Padahal saya konsumen kopi dengan 2-3 gelas/hari.

Nah kembali lagi ke ilmu pengetahuan tentang kopi, kafein, dan adiktif. Apa hubungannya itu semua?
pertama kita cari tau pengertian dari "apa itu kafein".
Kafein adalah zat  yang biasa ditemukan di daun-daunan, daun teh, biji kopi (bukan hanya di kopi saja). Zat ini bersifat adiktif atau menyebabkan ketergantungan. Berbahaya? yang pastinya akan berbahaya jika dosisnya tidak tepat. Kita tau pasti bahwa biasanya yang bersifat adiktif mengarah ke Narkoba dan pada kasus ini kafein adalah sejenis narkotika sehingga coba kita munculkan sub-judul "Kafein vs Narkoba".


Kafein vs Narkoba
Saya kutip dari Wikipedia Bahasa Inggris dengan kata kunci "Caffeine"
Caffeine is a central nervous system (CNS) stimulant of the methylxanthine class. Is is the world's widely consumed psychoactive drug. Unlike many other physcoactive substances, it is legal and unregulated in nearly all parts of the world.

Sebelum saya terjemahkan, saya mem-bold tulisan intinya dan yang paling inti saya garis bawahi dan artinya itu adalah:

"Tidak seperti zat psikoaktif lainnya, itu (kafein) legal dan tidak diatur hampir disemua bagian di dunia".

Legal dan tidak diatur dihampir semua bagian dunia
Hal ini membuat saya lega, tapi kenapa coba?
Kafein vs Narkoba? akhir dari pengguna narkoba adalah ketika mereka mengalami overdosis dan kematian. Pengguna narkoba berbeda dengan pengkonsumsi kafein di beberapa hal. Pengguna narkoba jenis apapun pada mulanya hanya menggunakan sesuai dosis mereka - jarang pas baru pake langsung overdosis. Semakin lama, pengguna narkoba akan meningkatkan dosis mereka sampai akhirnya mencapai batasnya.

Para pengkonsumsi kafein melalui kopi biasanya mencapai batasan mereka perhari , karena cara konsumsinya bercampur dengan air, gula, dan kopi maka dosis kafein secara sadar ataupun tidak sadar tidak meningkat sampai batasannya (dosis kafein pada kopi tidak akan bertambah kecuali kita membuat kopi dengan jumlah kopi yang tidak manusiawi, dengan semangkuk kopi tambah sesendok gula)

Batasan penggunaan kafein biasa disebut Overdosis Kafein - Konsumsi kopi diluar rata-rata.
Ciri-ciri overdosis kafein antara lain
Tangan gemetar, terlalu susah tidur, dan sampai sakit kepala.
Overdosis kafein pada beberapa kasus berakibat kematian!

Apakah saya pernah pernah overdosis kafein?
Mungkin saja, saat itu saya mengerjakan deadline gambar dengan meminum beberapa gelas kopi dalam selang waktu beberapa jam sekali lalu setelah itu saya sangat susah tidur. Detak jantung saya tidak normal barangkali. Namun saya selamat! Selamat dari Deadline gambar, hehehe.

Jadi Inti dari postingan adalah, konsumsilah kopi sewajarnya dan jangan lupakan dampak negatif paling parah dari mengkonsumsi kopi. Ketika anda sadar diposisi itu maka ambillah posisi aman, namun jika anda tidak sadar ketika semua itu terjadi, maka ada baiknya and mengubah langkah konsumsi kopi mulai sekarang. 

Kalau saya, yang pasti akan mengikuti terus perkembangan dan update terus ilmu perkopian.


Jadi itu saja pandangan saya terhadapa kopi, bagi yang membaca dari atas sampai kebawah pasti Akhir kata, saya harap informasinya dapat bermanfaat membukakan pandangan kita terhadap kopi yang sesungguhnya. Terimakasih dan selamat ngopi.
hanya akan mendapatkan sedikit informasi berguna yang saya tulis didalamnya. Namanya juga pandangan akan suatu hal.


Kata kunci lain untuk postingan ini:
Bahaya minum kopi, Kafein kopi, Keuntungan minum kopi, adiktif minum kopi, zat adiktif kopi, dan narkotika dalam kopi.

Baca juga postingan saya yang lain, seperti:
Bahaya Stunting Indonesia
Dilema dalam memilih jurusan Arsitektur
atau
Diam adalah Mati sebelum nyawa melayang

Related Posts:

0 Response to "Pandangan terhadap kopi"

Post a Comment

Entri Populer